Jumat, 22 April 2016

Resep Membuat Nasi Uduk Di Magicom

Bidasono.biz – Resep Membuat Nasi Uduk Di Magicom. Halo apa kabar semuanya?. Kali ini mama membagikan resep yang mudah membuatnya dan praktis. Nasi Uduk yang dimasak di magicom, cocok bagi anak kos dan kalian yang ingin yang praktis dan mudah.


Resep Membuat Nasi Uduk Di Magicom Resep Membuat Nasi Uduk Di Magicom


Bahan-bahan Resep Membuat Nasi Uduk Di Magicom

1 gelasberas

3 sdmminyak goreng / scukupnya santan (saya pake minyak karena ga suka santan)

scukupnyagaram

2 lbrdaun salam

2 cmlaos/lengkuas, pipihkan/keprek

2 cmjahe, pipihkan/keprek

1 batangsereh, pipihkan/keprek

1 tangkaicengkeh (saya ga pake karna ga suka aromanya)

✔Pelengkap

1 btrtelor didadar iris memanjang

secukupnyabawang goreng

secukupnyacabe goreng

secukupnyakerupuk

2 potongayam goreng

Cara membuatnya


cuci bersih beras, masukan panci megiccom lalu beri air sesuai textur nasi yg diinginkan masukan minyak goreng, laos, jahe, sereh, daun salam dan garam aduk rata,

lalu set magiccom ke posisi cook/memasak.

+

setelah 5menitan buka tutup magiccom lalu aduk2 agar merata, tutup lagi biarkan matang

siap dihidang bersama pelengkap dan sambal

*kalo pake santan minyak gorengnya tidak dipake , Resep ini diambil dari situs cookpad



Resep Membuat Nasi Uduk Di Magicom

Minggu, 25 Oktober 2015

Telkom Jadi Jawara Telekomunikasi di Indonesia's Top 100 Most Valuable Brands

Telkom Jadi Jawara Telekomunikasi di Indonesias Top 100 Most Valuable Brands
Merek atau brand adalah representasi kualitas sebuah produk atau layanan. Tidak peduli apa pun bidang usahanya setiap perusahaan harus dapat menjaga merek yang dimilikinya agar tetap bernilai. PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom) merupakan salah satu perusahaan telekomunikasi yang berhasil melakukannya.
Keberhasilan tersebut menghantarkan PT. Telkom ke peringkat pertama kategori telekomunikasi dalam ajang penghargaan Indonesia's Top 100 Most Valuable Brands 2015. Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung kepada Muhammad Awaluddin – Direktur Enterprise dan Business Service PT. Telkom, Kamis (22/10) lalu.
"Kami berterima kasih atas kepercayaan stakeholder, di antaranya adalah masyarakat dan pelanggan setia Telkom. Menurut kami kepercayaan yang diberikan stakeholder selama ini adalah salah satu faktor penting yang mempengaruhi kekuatan merek (brand)," ujar Muhammad Awaluddin di sela acara penganugerahan penghargaan.
Indonesia's Top 100 Most Valuable Brands adalah penentuan peringkat bagi 100 perusahaan publik di Indonesia yang dinilai memiliki brand value tertinggi. Pemeringkatan ini diinisiasi oleh konsultan brand internasional, Brand Finance Asia Pacific, bersama dengan Majalah SWA.
Keseratus merek yang dimasukkan ke dalam peringkat ini terdiri dari merek usaha dan merek produk. Untuk menentukan peringkat digunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Aspek kualitatif dinilai dengan mengevaluasi performa keuangan perusahaan dan penilaian menggunakan Brand Strength Index (BSI). Analisa BSI meliputi faktor investasi pemasaran, brand equity dan dampaknya pada kinerja bisnis.  Sementara aspek kuantitatif dinilai dengan pendekatan royalty relief.
Telkom berhasil menduduki posisi pertama di kategori industri telekomunikasi. Telkom tercatat memiliki nilai merek US$ 2,81 Miliar atau meningkat 46% dari tahun sebelumnya. Pada tahun 2014 nilai merek Telkom tercatat sebesar US$ 1,9 Miliar. Ini berarti merek Telkom berhasil naik kelas dari AA ke AA+. Sementara pada penghargaan yang berbeda, yaitu Finance Telecoms 500 yang menilai merek perusahaan telekomunikasi dunia, Telkom juga berhasil naik dari posisi 59 ke posisi 51.
"Kami akan berusaha dan bekerja lebih keras lagi meningkatkan performa perusahaan dan kualitas produk agar sesuai dengan yang diharapkan stakeholder dan investor," lanjut Muhammad. Ia juga menyampaikan, membangun merek bagi Telkom adalah pekerjaan jangka panjang yang harus dilakukan secara konsisten.
Untuk meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap produk dan layanan telekomunikasinya Telkom saat ini terus berinovasi secara berkesinambungan. Selain itu memperbaiki infrastruktur dan layanan teknologi komunikasi agar terus memadai. Ini sesuai dengan visi Telkom untuk menjadi raja komunikasi digital di darat, laut dan udara. 

Sumber : http://news.detik.com/advertorial-news-block/3052673/telkom-jadi-jawara-telekomunikasi-di-indonesias-top-100-most-valuable-brands

Baca Juga :
  • Undangan Tas
  • Agen Pulau Tidung
  • Pulau Harapan
  • Undangan Tas
  • Pulau pari
  • Pulau Tidung
  • Es Cincau
  • Tahu dan Tempe Goreng
  • Gurame Bakar
  • Sayur Rebung
  • Es Cendol
  • Orak Arik Tempe
  • Bubur Manado
  • Rendang Daging Sapi
  • Semur Daging Sapi
  • Nasi Goreng
  • Jumat, 05 Juni 2015

    Senin, 16 Februari 2015

    Rabu, 27 Agustus 2014

    Indonesia Keberatan Bude dan Gudeg Ada di Kamus Brunei

    Pemerintah Indonesia mengajukan keberatan kepada Brunei terkait pencatuman 62.000 kata Bahasa Indonesia dalam Kamus Bahasa Melayu yang diterbitkan pemerintah Brunei.

    Wiendu Nuryati Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan Kemendikbud sudah mengajukan keberatan kepada Dewan Pakar dan Bahasa Brunei Darussalam karena tidak menyebutkan asal kata itu dari bahasa Indonesia.

    Ia mencontohkan sejumlah kata yang tidak ditulis asal katanya termasuk bude, yang tertulis di KBBI sebagai ibu gede atau kakak perempuan ibu atau ayah dan juga gudeg, makanan yang dibuat dari buah nangka muda dan diberi santan.

    Dengan mengambil 62.000 lebih tanpa pengakuan sumber tanpa ada menyebutkan acuan dan sebagainya, tentu masalah menjadi kasus plagiarisme, kita sudah menyatakan protes terhadap dewan bahasa dan pustaka dari Brunei perihal ini, jelas keberatan dan meminta itu tidak boleh beredar, kata Wiendu seperti dilansir BBC Senin (11/8/2014).

    Langkah pemerintah tersebut didukung oleh R. Kunjana Rahardi, pakar bahasa Universitas Sanata Dharma Yogyakarta yang mengatakan pencantuman kata dalam kamus harus dicantumkan sumbernya.

    Dalam linguistik histioris komparatif itu dapat dipelajari bagaimana sebuah kata ada akarnya, ada sumbernya yang disebut bahasa proto, nah nanti bisa dibuktikan apakah kata-kata yang diakui atau yang dianggap sebagai bahasa Melayu oleh Brunei itu berasal dari kata dalam bahasa Indonesia, entah itu dari Jawa , Sunda, Batak atau yang lainnya, jelas Kunjana.

    Dia menambahkan, secara etika akademik sumber harus dicantumkan, apalagi pencatuman dalam kamus harus secara jujur menuliskan asal kata, dan itu berlaku secara universal di berbagai negara.(bbc/ono/ipg)